RESUME KUMPULAN MAKALAH
ASPEK SOSIAL SISTEM INFORMASI DARI
BERBAGAI BIDANG
Oleh: Widayat Prihartanta
Jurusan
Ilmu Perpustakaan dan Komunikasi
Universitas
Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh
2.1 Aspek
Sosial Sistem Informasi dalam Kepustakawanan
Dalam
UU No.43 Tahun 2007
tentang perpustakaan, di perpustakaan terdapat dua kelompok pustakawan, yaitu
(1) pustakawan dan (2) teknis perpustakaan. Pustakawan adalah orang
yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan kepustakawanan, serta
mempunyai tugas dan tanggu jawab untuk melaksanakan dan mengelola dalam pelayanan
perpustakaan. Sedangkan teknis
perpustakaan adalah tenaga non pustakawan yang secara teknis mendukung
pelaksanaaan fungsi perpustakaan, misalnya tenaga teknis komputer, audiovisual,
dan ketatausahaan.
Ditengah
persaingan pasar bebas bagi profesi pustakawan mempunyai tantangan sekaligus
peluang emas untuk tetap eksis
dibidangnya tanpa rasa khawatir dengan
profesi
lain. Persaingan sangatlah ketat perlu strategi untuk berbuat dan bertindak
cerdas dengan perhitungan tetap dan tetap beretika profesi. Karena profesi
pustakawan diuji eksistensi dalam berkiprah di masyarakat informasi, telah ada
perubahan paradigma, tugas, fungsi, wewenang, citra dari pustakawan.
Perkembangan
ICT (Information and Communication
Technology) sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi
termasuk juga dalam profesi pustakawan yang berkerja di perpustakaan kerena
mempunyai dampak yang sangat besar terutama dalam hal pelayanan, dimana
pustakawan harus dapat melayani pemustaka seperti permintaan akses informasi
agar lebih cepat.
tantang
yang dihadapi pustakwan di Era ICT antara lain adalah sebagai berikut[1]:
1. Digital
literate, mempunyai kemampuan digital
yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan menggunakan perpustakaan sebagai
sumber informasi, sehingga penggunaan sumber-sumber online lebih disukai dari
pada sumber informasi tercetak.
2. Always online, selalu terhubung dengan jaringan internet menggunakan internet
mobile yang selalu dibawa kemana-mana sehingga sangat tergantung dengan akses
internet.
3.
Ingin segera mendapatkan informasi yang dicari.
4. Harus tertarik dengan interaksi sosial seperti chatting,
posting, blogging, dan suka berbagi informasi melalui media-media jejaring
sosial seperti facebook, twitter, instagram dan lain-lain.
5. Lahir dan tumbuh di era komputer dan internet
6. Tidak pernah lepas dari teknologi baru.
7. Berharap informasi yang
bersifat instan dan dapat disimpan.
2.1 Aspek Sosial Sistem
Informasi dalam Dunia Pendidikan
Mulai dari tahun
2002, Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan
Direktorat Pendidikan Menengah dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan
elearning program yang disebut “e-dukasi”. Tujuan dari program ini adalah untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah
kejuruan melalui penggunaan internet. Pada tahap awal ini, buhan pembelajaran
sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi,
Elektronika, dan Teknologi Informasi.
Dampak positif aspek
sosial sistem informasi terhadap pendidikan:
1. Memberikan
kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan.
2. Meningkatkan
mutu pendidikan karena dengan adanya ICT bisa memudahkan menerima informasi
baik dari dalam maupun dari luar negeri
3. Peningkatan
kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Dampak negatif aspek sosial sistem informasi terhadap
pendidikan
1.
aspek sosial sistem
informasi seiring dengan perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap
saja memiliki kekurangan. Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat
menyebabkan pengalih fungsian diri yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan,
menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem
pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika
dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehingga
lambat laun kualitas etika dan manusia khususnya para peserta didik akan
menurun drastis, serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial
akan musnah.
2.
Kemudian karena
seringnya mengakses internet, di khawatirkan pelajar bukanya benar-benar
memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses hal-hal yang tidak baik,
seperti pornografi yang sangat mudah diakses yang berefek buruk bagi anak
dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Hal lain misalnya
kecanduan : asik nerinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networkong
/ game online) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya.
Kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang
berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat
room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan
yang ada dalam dunia nyata. Kemudian dikenal pula Information overload,
karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet,
sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan
mengorganisir berbagai informasi yang ada, kemudian bisa membuat seseorang
kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang
karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat
meghambat berkembangnya pendidikan dalam TIK.
3.
Malas belajar dan
Mengerjakan tugas
Penggunaan komputer
juga dapat menimbulkan dampak negatif tehadap pendidikan terutama bagi
anak-anak, mereka yang terbiasa menggunakan komputer cenderung menjadi malas
mengerjakan tugas karena lebih memilih atau tertarik untuk bermain komputer
daripada mengerjakan tugas dan belajar.
4.
Perubahan Tulisan
Tangan
Dengan kemudahan dan
kepraktisan yang tersedia di komputer, terutama dalam hal menulis suatu text,
membuat seseorang lebih memilih untuk mengetik daripada menulis tangan atau
secara manual. Akibatnya adalah lama kelamaan seseorang akan mengalami
perubahan tulisan tangan, yang dulunya rapi berubah menjadi tulisan yang susah
dibaca orang atau berantakan. Hal tersebut disebabkan karena mereka sudah tidak
lagi terbiasa menulis secara manual.[2]
Tujuan
Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Pendidikan adalah: Upaya Untuk Memajukan Pendidikan Dengan ICT, untuk mendukung perubahan yang konfrehensif, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
siswa, Untuk mendukung pengambilan keputusan, Untuk menemukan solusi yang tepat, dan untuk
membantu pengembangan guru, pelatihan, dan dukungan yang berkelanjutan, dengan
strategi.
kegunaan
media atau sarana pendidikan dalam proses belajar mengajar sangat penting untuk
diterapkan dan digunakan dalam media pendidikan. Karena dapat menunjang minat
belajar siswa, dengan pedia dapat mempermudahkan guru dalam memcari dan
menyediakan bahan informasi yang ingin diberikan kepada siswa.
2.3 Aspek Sosial Sistem Informasi dalam
Bidang Politik
Aspek
sosial sistem informasi bidang politik ialah sistem komputerisasi yang
digunakan dalam pengumpulan, pemrosesan dan penyebaran informasi untuk
mendukung proses dan interaksi sosial dalam ranah perpolitikan. Proses dan
interaksi sosial di bidang politik: bisa berbentuk kerja sama, persaingan
bahkan pertentangan yang merupakan awal kesenjangan sosial hingga berujung pada
pertikaian, baik antar politisi maupun antar partai politik.[3]
Tujuan
Penggunaan Media Sosial dalam Bidang Politik merupakan bidang yang butuh
publisitas sehingga Internet merupakan media sosial yang banyak digunakan dalam
hal promosi dari tokoh politisi ataupun partai politik. Media sosial pada
umumnya digunakan untuk publisitas politik dengan media tradisional atau
konvensional. Tokoh politisi atau partai politik akan memanfaatkan semua media
sosial yang dianggap potensial dalam meningkatkan popularitas tokoh ataupun
partai politik tersebut.
media
sosial juga mempunyai fungsi tersendiri sebagai pengontrol dalam bidang
politik, yaitu sebagai berikut:
a.
Media sosial sebagai pengamat
lingkungan dan kondisi politik: yaitu sebagai pemberi informasi mengenai berbagai
penyimpangan yang terjadi dalam bidang politik.
b.
Media sosial sebagai
pembentuk agenda penting dalam pemberitaan: pembentukan opini untuk
mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti dan mendukung rencana-rencana
pemerintah.
c.
Media sosial sebagai
batasan dari mereka yang punya advokasi dengan bukti-bukti yang jelas bagi para
politisi, juru bicara dan kelompok tertentu. Ada pembagian lain dari
komunikator politik, yaitu komunikator profesional. Pembagian ini muncul karena
kemajuan teknologi komunikasi, sehingga ada pembagian tugas dan peranan
penyampaian pesan politik.
d.
Media sosial sebagai
tempat dialog tentang perbedaan pandangan antara masyarakat dan pemerintah.
e.
Media sosial sebagai
penentang utama terhadap semua upaya dari kekuatan-kekuatan yang datang dari
luar dan menyusup kedalam kebebasan, integritas dan kemampuan media sosial
dalam melayani masyarakat.[4]
Aspek
sosial sistem informasi bidang politik ialah sistem komputerisasi yang
digunakan dalam pengumpulan, pemrosesan dan penyebaran informasi untuk
mendukung proses dan interaksi sosial dalam ranah perpolitikan. Media sosial
mempunyai fungsi sebagai pengontrol dan peran yang cukup penting dan bermanfaat
dibidang politik seperti yang telah disebutkan diatas. Selain dampak positif,
media sosial juga mempunyai dampak negatif terhadap ranah perpolitikan.
2.4 Aspek Sosial Sistem Informasi dalam
Bidang Ekonomi
Ekonomi
adalah sebuah ilmu yang mempelajari
tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan hidupnya, pengertian
ekonomi berasal dari kata yunani oikos
dan nomos . yang oikos adalah rumah tangga dan nomos
yang berarti ilmu, jadi, pengertian ekonomi pada dasarnya adalah ilmu yang
mengatur rumah tangga, berbicara ekonomi dan berbicara rumah tangga (kebutuhan).
Teknologi
Informasi dan komunikasi (TIK) secara tak langsung memiliki hubungan yang
sangat erat dengan ekonomi. Bahkan, tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara
dapat dilihat dari perkembangan TIK negara tersebut. Semakin tinggi
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebuah negara, semakin tinggi
pula tingkat pertumbuhan ekonominya.Secara tidak langsung, perkembangan
teknologi membawa perubahan signifikan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis. Selain
mempermudah, dengan adanya perkembangan TIK, jarak dan waktu bisa dipangkas
sehingga lebih praktis.
Perdagangan Modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya terdapat
di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu dan
pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah
ke atas). pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara
langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan
pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
1. Manfaat TIK Dibidang
Ekonomi
a. Transaksi
jarak jauh.
b. Penerimaan
karyawan secara online.
c. Pemasaran
online.
d. Bekerja
online.
e. Kemudahan
transaksi perbankan bagi nasabah.
f. Kemudahan
dalam administrasi (keuangan).
Pengaruh
Media Sosial Terhadap Perekonomian Salah satu hal yang menjadi sorotan dari
perkembangan teknologi informasi ialah media informasi khususnya media sosial.
Faktanya, kini media sosial tidak hanya untuk berkomunikasi dan bertukar
informasi.
Dampak
positif dan negatif dari aspek sosial sistem informasi bidang ekonomi ialah
Pertumbuhan ekonomi yg semakin tinggi, hal ini ditunjukan dengan banyaknya perusahaan besar menggunakan perangkat sistem
yang berbasis teknologi informasi. Sedang dampak negatif yang ditimbul dari
aspek sosial sistem informasi bidang ekonomi ialah dengan mudahnya melakukan
transaksi ke internet menyebabkan semakin memudahkan pula transaksi yang
dilarang.
2.5 Aspek Sosial Sistem Informasi dalam
Tinjauan Etika dan Privasi
Etika
berasal dari kata ethic yang berarti
sekumpulan azaz atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat,
sopan santun) mengenai benar salah tentang hak dan kewajiban yang di anut oleh suatu
golongan atau masyarakat. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kontek yang
lebih luas,merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin (computer dan
telekomunikasi) dan teknik yang digunakan untuk menangkap (mengumpulkan),
meyimpam, memanipulasi, menghantarkan dan menampilkan suatu bentuk informasi. Komputer
yang mengendalikan semua bentuk ide dan informasi memainkan peranan penting
dalam pengumpulan, pemprosesan, penyimpanan dan penyebaran informasi suara,
gambar, teks dan angka yang berasaskan mikroelektronik.
Dalam
beberapa aspek Teknologi informasi dan Komunikasi ada kaitan erat dengan etika
profesi, keterhubungan tersebut terutama dalam memahami dan menghormati budaya
kerja yang ada, memahami profesi dan jabatan, memahami peraturan perusahaan dan
organisasi , dan memahami hukum . Etika profesi yang juga harus di pahami
adalah kode etik dalam bidang TIK , di manapun pengguna harus mampu memilih
sebuah program ataupun software yang akan mereka gunakan apakah legal atau illegal,
karena program atau sistem operasi apapun di gunakan selalu ada aturan
penggunaan atau license agreement .
Seperti yang
kita ketahui perkembangan dunia ITC berlangsung sangat cepat. Dengan perkembangan
tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup
manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk dapat sukses dalam bidang
teknologi informasi dan komunikasi, tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode
etik ilmu, teknologi dan kehidupan.
Etika
profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang khususnya bidang teknologi
informasi.Kode etik sangat dibutuhkan dalam bidang Teknologi Informasi karena kode etik tersebut dapat menentukan apa
yang baik dan yang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukan oleh
pengguna teknologi informasi itu dapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu sarana yang dapat memudahkan
dalam pencarian informasi serta memudahkan pula dalam berkomunikasi. Akan tetapi
dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan beberapa etika, karena
menggunakan TIK pada dasarnya adalah kita berhubungan dengan orang lain dan
berhubungan dengan orang lain membutuhkan kode etik tertentu. Oleh karena itu
kita harus mengetahui ketentuan umum etika dan privasi penggunaan media sosial
dan mengetahui serta patuh menjalankan Undang-Undang informasi dan transaksi Elektronik
( UU ITE ) yang menjadi pedoman kita untuk mematuhi segala ketentuan beretika
dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan benar.
2.6 Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Dunia
Media Baru dan Tantangan
Baru
Media baru adalah kekuatan teknologi komunikasi yang mendukung penyebaran
berita, dengan kecepatan tinggi, kemudahan akses dan lebih adaptif terhadap
pengguna. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika dinamika informasi, diwarnai
oleh aplikasi teknologi komunikasi, dari tingkat sederhana yang tersebar ke
seluruh lapisan masyarakat, maupun yang memiliki tingkat pemrosesan,
penyimpanan dan aplikasi lain yang menunjukkan kecanggihan teknologi Komunikasi
informasi.
Teknologi komunikasi memberikan kontribusi besar terhadap media sosial,
dalam meningkatkan kecepatan dan menjangkau khalayak lebih luas. Media berpresentasi
dari teknologi dan kelembagaan yang berbasis pada distribusi yang seluas –
luasnya untuk dibagikan secara terus menerus melalui aliran publik dalam
masyarakat industri. Sementara itu, teknologi komunikasi pada umumnya didukung
oleh perangkat keras dan perangkat lunak, uyang dapat dipakai untuk mencapai
tujuan dengan mengurangi ketidakpastian.
Peluang baru
yang diciptakan media sosial salah satunya bagi masyarakat yaitu untuk
memperbaiki berbagai aspek dalam kehidupannya, bukan hanya secara sosial namun
juga tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat. Beranjaknya cyberspace ke
level lebih lanjut kepada hubungan antar individu dalam masyarakat modern..
Hal ini
berkaitan dengan pencitraan profil sebuah toko online yang ada agar bisa
menjadi toko yang terpercaya. Dalam dunia maya semua orang memang seolah saling
terhubung, namun yang sebaiknya dicermati adalah apa yang membuat mereka saling
terhubung, modus apa yang ada didalamnya, dan juga bagaimana sebuah hubungan
yang tercipta dapat terbina atau berkembang.
Teknologi komunikasi memberikan kontribusi besar terhadap media sosial,
dalam meningkatkan kecepatan dan menjangkau khalayak lebih luas, efesien dan
bersifat global yang memudahkan para pencari informasi dalam mengakses dan
mempergunakan informasi tersebut.
[2]
http://liejasa.
Dosen.narotama.co.id/files/2014/10/2.-TIK-di-dunia-pendidikan.pdf. akses
08/12/2015 jam 11:47
[3] Blogger. 2015.
Proses Sosial dan Interaksi Sosial. Blog.unnes.ac.id. Diakses pada
05/12/2015 pukul 20:50
[4] Yuhdy Anto.
2013. Peranan Media Massa dalam Kehidupan Sosial dan Politik Indonesia. m.kompasiana.com.
Diakses pada 07/12/2015 pukul 20:30
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus