Selasa, 19 Januari 2016

Oleh: Widayat Prihartanta

RESUME KUMPULAN MAKALAH
ASPEK SOSIAL SISTEM INFORMASI DARI BERBAGAI BIDANG



Oleh: Widayat Prihartanta




Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh


            2.1       Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Kepustakawanan
            Dalam UU No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, di perpustakaan terdapat dua kelompok pustakawan, yaitu (1) pustakawan dan (2) teknis perpustakaan. Pustakawan adalah orang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan kepustakawanan, serta mempunyai tugas dan tanggu jawab untuk melaksanakan dan mengelola dalam pelayanan perpustakaan. Sedangkan teknis perpustakaan adalah tenaga non pustakawan yang secara teknis mendukung pelaksanaaan fungsi perpustakaan, misalnya tenaga teknis komputer, audiovisual, dan ketatausahaan.
            Ditengah persaingan pasar bebas bagi profesi pustakawan mempunyai tantangan sekaligus peluang emas untuk tetap eksis dibidangnya tanpa rasa khawatir dengan
profesi lain. Persaingan sangatlah ketat perlu strategi untuk berbuat dan bertindak cerdas dengan perhitungan tetap dan tetap beretika profesi. Karena profesi pustakawan diuji eksistensi dalam berkiprah di masyarakat informasi, telah ada perubahan paradigma, tugas, fungsi, wewenang, citra dari pustakawan.
            Perkembangan ICT (Information and Communication Technology) sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi termasuk juga dalam profesi pustakawan yang berkerja di perpustakaan kerena mempunyai dampak yang sangat besar terutama dalam hal pelayanan, dimana pustakawan harus dapat melayani pemustaka seperti permintaan akses informasi agar lebih cepat.

            tantang yang dihadapi pustakwan di Era ICT  antara lain adalah sebagai berikut[1]:
1.      Digital literate, mempunyai kemampuan digital yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan menggunakan perpustakaan sebagai sumber informasi, sehingga penggunaan sumber-sumber online lebih disukai dari pada sumber informasi tercetak.
2.       Always online, selalu terhubung dengan jaringan internet menggunakan internet mobile yang selalu dibawa kemana-mana sehingga sangat tergantung dengan akses internet.
3.       Ingin segera mendapatkan informasi yang dicari.
4.      Harus tertarik dengan interaksi sosial seperti chatting, posting, blogging, dan suka berbagi informasi melalui media-media jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram dan lain-lain.
5.      Lahir dan tumbuh di era komputer dan internet
6.      Tidak pernah lepas dari teknologi baru.
7.       Berharap informasi yang bersifat instan dan dapat disimpan.





2.1 Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Dunia Pendidikan
Mulai dari tahun 2002, Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan elearning program yang disebut “e-dukasi”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. Pada tahap awal ini, buhan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Elektronika, dan Teknologi Informasi.

Dampak positif aspek sosial sistem informasi terhadap pendidikan:
1.    Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian   tujuan pendidikan.
2.    Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan adanya ICT bisa memudahkan menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri
3.    Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Dampak negatif  aspek sosial sistem informasi terhadap pendidikan
1.    aspek sosial sistem informasi seiring dengan perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap saja memiliki kekurangan. Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat menyebabkan pengalih fungsian diri yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehingga lambat laun kualitas etika dan manusia khususnya para peserta didik akan menurun drastis, serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah.
2.    Kemudian karena seringnya mengakses internet, di khawatirkan pelajar bukanya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi yang sangat mudah diakses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Hal lain misalnya kecanduan : asik nerinternet (biasanya menggunakan fasilitas social networkong / game online) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya. Kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata. Kemudian dikenal pula Information overload, karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada, kemudian bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat meghambat berkembangnya pendidikan dalam TIK.
3.    Malas belajar dan Mengerjakan tugas
Penggunaan komputer juga dapat menimbulkan dampak negatif tehadap pendidikan terutama bagi anak-anak, mereka yang terbiasa menggunakan komputer cenderung menjadi malas mengerjakan tugas karena lebih memilih atau tertarik untuk bermain komputer daripada mengerjakan tugas dan belajar.
4.    Perubahan Tulisan Tangan
Dengan kemudahan dan kepraktisan yang tersedia di komputer, terutama dalam hal menulis suatu text, membuat seseorang lebih memilih untuk mengetik daripada menulis tangan atau secara manual. Akibatnya adalah lama kelamaan seseorang akan mengalami perubahan tulisan tangan, yang dulunya rapi berubah menjadi tulisan yang susah dibaca orang atau berantakan. Hal tersebut disebabkan karena mereka sudah tidak lagi terbiasa menulis secara manual.[2]

Tujuan Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Pendidikan adalah: Upaya Untuk Memajukan Pendidikan Dengan ICT, untuk mendukung perubahan yang konfrehensif, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa, Untuk mendukung pengambilan keputusan, Untuk menemukan solusi yang tepat, dan untuk membantu pengembangan guru, pelatihan, dan dukungan yang berkelanjutan, dengan strategi.
kegunaan media atau sarana pendidikan dalam proses belajar mengajar sangat penting untuk diterapkan dan digunakan dalam media pendidikan. Karena dapat menunjang minat belajar siswa, dengan pedia dapat mempermudahkan guru dalam memcari dan menyediakan bahan informasi yang ingin diberikan kepada siswa.


2.3       Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Bidang Politik
Aspek sosial sistem informasi bidang politik ialah sistem komputerisasi yang digunakan dalam pengumpulan, pemrosesan dan penyebaran informasi untuk mendukung proses dan interaksi sosial dalam ranah perpolitikan. Proses dan interaksi sosial di bidang politik: bisa berbentuk kerja sama, persaingan bahkan pertentangan yang merupakan awal kesenjangan sosial hingga berujung pada pertikaian, baik antar politisi maupun antar partai politik.[3]
Tujuan Penggunaan Media Sosial dalam Bidang Politik merupakan bidang yang butuh publisitas sehingga Internet merupakan media sosial yang banyak digunakan dalam hal promosi dari tokoh politisi ataupun partai politik. Media sosial pada umumnya digunakan untuk publisitas politik dengan media tradisional atau konvensional. Tokoh politisi atau partai politik akan memanfaatkan semua media sosial yang dianggap potensial dalam meningkatkan popularitas tokoh ataupun partai politik tersebut.
media sosial juga mempunyai fungsi tersendiri sebagai pengontrol dalam bidang politik, yaitu sebagai berikut:
a.    Media sosial sebagai pengamat lingkungan dan kondisi politik: yaitu sebagai pemberi informasi mengenai berbagai penyimpangan yang terjadi dalam bidang politik.
b.    Media sosial sebagai pembentuk agenda penting dalam pemberitaan: pembentukan opini untuk mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti dan mendukung rencana-rencana pemerintah.
c.    Media sosial sebagai batasan dari mereka yang punya advokasi dengan bukti-bukti yang jelas bagi para politisi, juru bicara dan kelompok tertentu. Ada pembagian lain dari komunikator politik, yaitu komunikator profesional. Pembagian ini muncul karena kemajuan teknologi komunikasi, sehingga ada pembagian tugas dan peranan penyampaian pesan politik.
d.   Media sosial sebagai tempat dialog tentang perbedaan pandangan antara masyarakat dan pemerintah.
e.    Media sosial sebagai penentang utama terhadap semua upaya dari kekuatan-kekuatan yang datang dari luar dan menyusup kedalam kebebasan, integritas dan kemampuan media sosial dalam melayani masyarakat.[4]

Aspek sosial sistem informasi bidang politik ialah sistem komputerisasi yang digunakan dalam pengumpulan, pemrosesan dan penyebaran informasi untuk mendukung proses dan interaksi sosial dalam ranah perpolitikan. Media sosial mempunyai fungsi sebagai pengontrol dan peran yang cukup penting dan bermanfaat dibidang politik seperti yang telah disebutkan diatas. Selain dampak positif, media sosial juga mempunyai dampak negatif terhadap ranah perpolitikan.


2.4       Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Bidang Ekonomi
Ekonomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari  tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan hidupnya, pengertian ekonomi berasal dari kata yunani oikos dan nomos . yang oikos adalah rumah tangga dan nomos yang berarti ilmu, jadi, pengertian ekonomi pada dasarnya adalah ilmu yang mengatur rumah tangga, berbicara ekonomi dan berbicara rumah tangga (kebutuhan).
Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) secara tak langsung memiliki hubungan yang sangat erat dengan ekonomi. Bahkan, tingkat pertumbuhan ekonomi sebuah negara dapat dilihat dari perkembangan TIK negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sebuah negara, semakin tinggi pula tingkat pertumbuhan ekonominya.Secara tidak langsung, perkembangan teknologi membawa perubahan signifikan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis. Selain mempermudah, dengan adanya perkembangan TIK, jarak dan waktu bisa dipangkas sehingga lebih praktis.
Perdagangan Modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya terdapat di kawasan perkotaan, sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah ke atas). pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
1. Manfaat TIK Dibidang Ekonomi
a.    Transaksi jarak jauh.
b.    Penerimaan karyawan secara online.
c.    Pemasaran online.
d.   Bekerja online.
e.    Kemudahan transaksi perbankan bagi nasabah.
f.     Kemudahan dalam administrasi (keuangan).

Pengaruh Media Sosial Terhadap Perekonomian Salah satu hal yang menjadi sorotan dari perkembangan teknologi informasi ialah media informasi khususnya media sosial. Faktanya, kini media sosial tidak hanya untuk berkomunikasi dan bertukar informasi.
Dampak positif dan negatif dari aspek sosial sistem informasi bidang ekonomi ialah Pertumbuhan ekonomi yg semakin tinggi, hal ini ditunjukan dengan banyaknya  perusahaan besar menggunakan perangkat sistem yang berbasis teknologi informasi. Sedang dampak negatif yang ditimbul dari aspek sosial sistem informasi bidang ekonomi ialah dengan mudahnya melakukan transaksi ke internet menyebabkan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang.


2.5       Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Tinjauan Etika dan Privasi
Etika berasal dari kata ethic yang berarti sekumpulan azaz atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) mengenai benar salah tentang hak dan kewajiban yang di anut oleh suatu golongan atau masyarakat. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kontek yang lebih luas,merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin (computer dan telekomunikasi) dan teknik yang digunakan untuk menangkap (mengumpulkan), meyimpam, memanipulasi, menghantarkan dan menampilkan suatu bentuk informasi. Komputer yang mengendalikan semua bentuk ide dan informasi memainkan peranan penting dalam pengumpulan, pemprosesan, penyimpanan dan penyebaran informasi suara, gambar, teks dan angka yang berasaskan mikroelektronik.
Dalam beberapa aspek Teknologi informasi dan Komunikasi ada kaitan erat dengan etika profesi, keterhubungan tersebut terutama dalam memahami dan menghormati budaya kerja yang ada, memahami profesi dan jabatan, memahami peraturan perusahaan dan organisasi , dan memahami hukum . Etika profesi yang juga harus di pahami adalah kode etik dalam bidang TIK , di manapun pengguna harus mampu memilih sebuah program ataupun software yang akan mereka gunakan apakah legal atau illegal, karena program atau sistem operasi apapun di gunakan selalu ada aturan penggunaan atau license agreement .
Seperti yang kita ketahui perkembangan dunia ITC berlangsung sangat cepat. Dengan perkembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk dapat sukses dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu, teknologi dan kehidupan.
Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang khususnya bidang teknologi informasi.Kode etik sangat dibutuhkan dalam bidang Teknologi Informasi  karena kode etik tersebut dapat menentukan apa yang baik dan yang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pengguna teknologi informasi itu dapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu sarana yang dapat memudahkan dalam pencarian informasi serta memudahkan pula dalam berkomunikasi. Akan tetapi dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan beberapa etika, karena menggunakan TIK pada dasarnya adalah kita berhubungan dengan orang lain dan berhubungan dengan orang lain membutuhkan kode etik tertentu. Oleh karena itu kita harus mengetahui ketentuan umum etika dan privasi penggunaan media sosial dan mengetahui serta  patuh menjalankan Undang-Undang  informasi dan transaksi Elektronik ( UU ITE ) yang menjadi pedoman kita untuk mematuhi segala ketentuan beretika dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan benar.


2.6       Aspek Sosial Sistem Informasi dalam Dunia Media Baru dan Tantangan
Baru

Media baru adalah kekuatan teknologi komunikasi yang mendukung penyebaran berita, dengan kecepatan tinggi, kemudahan akses dan lebih adaptif terhadap pengguna. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika dinamika informasi, diwarnai oleh aplikasi teknologi komunikasi, dari tingkat sederhana yang tersebar ke seluruh lapisan masyarakat, maupun yang memiliki tingkat pemrosesan, penyimpanan dan aplikasi lain yang menunjukkan kecanggihan teknologi Komunikasi informasi.
Teknologi komunikasi memberikan kontribusi besar terhadap media sosial, dalam meningkatkan kecepatan dan menjangkau khalayak lebih luas. Media berpresentasi dari teknologi dan kelembagaan yang berbasis pada distribusi yang seluas – luasnya untuk dibagikan secara terus menerus melalui aliran publik dalam masyarakat industri. Sementara itu, teknologi komunikasi pada umumnya didukung oleh perangkat keras dan perangkat lunak, uyang dapat dipakai untuk mencapai tujuan dengan mengurangi ketidakpastian.
Peluang baru yang diciptakan media sosial salah satunya bagi masyarakat yaitu untuk memperbaiki berbagai aspek dalam kehidupannya, bukan hanya secara sosial namun juga tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat. Beranjaknya cyberspace ke level lebih lanjut kepada hubungan antar individu dalam masyarakat modern..
Hal ini berkaitan dengan pencitraan profil sebuah toko online yang ada agar bisa menjadi toko yang terpercaya. Dalam dunia maya semua orang memang seolah saling terhubung, namun yang sebaiknya dicermati adalah apa yang membuat mereka saling terhubung, modus apa yang ada didalamnya, dan juga bagaimana sebuah hubungan yang tercipta dapat terbina atau berkembang.
Teknologi komunikasi memberikan kontribusi besar terhadap media sosial, dalam meningkatkan kecepatan dan menjangkau khalayak lebih luas, efesien dan bersifat global yang memudahkan para pencari informasi dalam mengakses dan mempergunakan informasi tersebut.
























                [1] http:// library.USU.ac.id/download.pdf diakses 20/12/15 jam 20:14
[2] http://liejasa. Dosen.narotama.co.id/files/2014/10/2.-TIK-di-dunia-pendidikan.pdf. akses 08/12/2015 jam 11:47
[3] Blogger. 2015. Proses Sosial dan Interaksi Sosial. Blog.unnes.ac.id. Diakses pada 05/12/2015 pukul 20:50
[4] Yuhdy Anto. 2013. Peranan Media Massa dalam Kehidupan Sosial dan Politik Indonesia. m.kompasiana.com. Diakses pada 07/12/2015 pukul 20:30

1 komentar: